Maria Angela N. (FA/07327)

8 04 2009

PENGUJIAN p-OH BENZALDEHID SEBAGAI SENYAWA PENANDA REBUNG BAMBU KUNING (Bambusa vulgaris Schrad.) BESERTA KUANTIFIKASINYA DENGAN METODE DENSITOMETRI

Oleh : Maria Angela Novitasari

FA/07327

INTISARI

Rebung bambu kuning (Bambusa vulgaris Schrad.) digunakan oleh masyarakat sebagai obat sakit kuning. Belum adanya pedoman standardisasi ekstrak rebung bambu kuning mendorong dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah senyawa p-OH benzaldehid dapat bertindak sebagai senyawa penanda rebung bambu kuning beserta kuantifikasinya.

Penelitian ini bersifat eksploratif. Senyawa identitas ditetapkan dengan analisis profil Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dari ekstrak etanolik rebung bambu kuning yang difraksinasi bertingkat menggunakan heksan, etil asetat, etanol dan air. Bercak yang muncul di semua fraksi kemudian dibandingkan dengan pola kromatogram tanaman satu suku untuk menentukan spesifikasinya. Kuantifikasi senyawa penanda dilakukan dengan densitometri.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa p-OH benzaldehid bukan merupakan senyawa khas pada rebung bambu kuning. Perbandingan pola kromatogram tanaman satu suku menunjukkan bahwa p-OH benzaldehid terdapat pada rebung jenis bambu lain (Gigantochloa apus Kurz. dan Bambusa blumeana Schultes.) selain rebung bambu kuning. Bercak yang khas untuk rebung bambu kuning teramati pada plat KLT 60 F254 di bawah sinar UV 366 nm hasil elusi menggunakan kloroform-metanol (9:1) v/v pada hRf 55 dengan fluoresensi warna biru. Hasil kuantifikasi menggunakan metode densitometri didapatkan kadar dari senyawa p-OH benzaldehid yang terdapat pada ekstrak etanolik rebung bambu kuning yang tumbuh di daerah Kabupaten Sleman adalah sebesar 3,22±1,33% (b/b).

Kata kunci : rebung bambu kuning, senyawa penanda, p-OH benzaldehid, kuantifikasi





Lady Alvina A. (FA/o7o28)

18 11 2008

SKRINING AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK METANOL SPONS ASAL PERAIRAN PULAU MENJANGAN DAN IDENTIFIKASI GOLONGAN SENYAWA PENYUSUN FRAKSI AKTIF

Spons merupakan invertebrata dengan veriasi struktur metabolit yang kompleks. Penelitian-penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa senyawa kimi yang terkandung dalam spons sangat potensial dan efektif sebagai antimikroba, antimalaria, spermatisida, insektisida, bahkan beberapa jenis spons menunjukkan aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker. Bertolak dari hal tersebut maka dilakukan penelitan terhadap lima jenis spons yntuk diketahui aktivitas antimikrobanya terhadap Staphylococcus aureus (Gram positif), Escherichia coli (Gram negatif), Candida albicans dan Trichophyton mentagrophytes (yeast). Dilakuakn pula pencarian golongan senyawa penyusun fraksi aktif dan identifikasi taksonomi terhadap spons terpilih.

Pengujian aktivitas antimikroba dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan teknik disc diffusion (Kirby & Bauer test). Ekstrak metanol spons terpilih difraksinasi dengan metode partisi cair-cair. Hasil fraksinasi diuji lagi aktivitas antimikrobanya. Fraksi yang memberikan hasil positif diidentifikasi golongan senyawa penyusunnya dengan metode KLT. Potensi antimikroba dilihat dengan melakukan pengukuran diameter daya hambat pertumbuhan mikroba uji. Pemeriksaan golongan senyawa dilakukan dengan mengukur harga hRf dan mendeteksi dengan berbagai macam pereaksi semprot dan diuji bioautografi terhadap fraksi aktif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa spons D7 aktif terhadap S.aureus, spons B1 aktif terhadap T.mentagrophytes, spons F2 aktif terhadap C.albicans dan T. mentagrophytes. Hasil fraksinasi ekstrak spons F2 menunjukkan bahwa etil asetat memberikan hasil positif terhadap C. albicans dan T. mentagrophytes. Pemeriksaan golongan senyawa menunjukkan bahwa dalam fraksi aktif spons F2 terkandung senyawa organik nitrogen yang mengarah pada golongan senyawa alkaloid dan golongan senyawa asam amino, amina serta peptida. Golongan senyawa lain yang ada di dalamnya adalah turunan terpenoid dan steroid. Deteksi dengan uji bioautografi menunjukkan hasil negatif. Hasil identifikasi taksonomi spons menunjukkan bahwa spons F2 adalah Chelotropella sp.

Kata kunci : antimikroba, spons, Chelotropella sp





Izzatunnafis (FA/o7053)

18 11 2008

PENETAPAN KADAR STIGMASTEROL PADA HERBA DAN AKAR PURWOCENG (Pimpinella purwatjan Molkenb.) DENGAN METODE KLT DENSITOMETRI

Purwoceng (Pimpinella purwatjan Molkenb.) telah banyak dikenal sebagai tanaman pemangkit gairah seksual (aprodisiaka) dan obat alternatif untuk penyakit disfungsi seksual. Sayangnya purwoceng masuk kategori spesies langka di Indonesia. Kelangkaan purwoceng disebabkan karena persyaratan tumbuh yantg spesifik dan dipanene dengan mencabut seluruh tanaman. Hal ini dikarenakan bagian tanamana yang dipercaya memiliki kahasiat afrodisiaka adalah bagian akar. Stigmasterol diduga sebagai zat aktif yang memberikan khasiat pada tanaman purwoceng. Selain pada akar, stigmasterol juga terdapat pada daun. Oleh sebab itu, pada penelitian ini dilakukan penetapan kadar stigmasterol pada akar dan herba purwoceng.

Serbuk akar dan herba diperkolasi dengan etanol 96%. Ekstrak kental yang diperoleh dipertisi dengan kloroform-etanol (1:1). Metode KLT (Kromatografi Lapis Tipis) densitometri digunakan untuk penetapan kadar stigmasterol. Sampel ditotolkan pada plat silika gel F254, dielusi dengan n-heksana-etilasetat (20:5) + 4 tetes asam asetat glasial. Bercak stigmasterol terlihat pada Rf 0,3 setelah disemprot dengan anisaldehida-asam sulfat dan dipanaskan pada suhu 100oC selama 3 menit. Pengukuran dengan TLC (thin layer chromatografi)-scanner dilakukan pada panjang gelombang 366nm.

Hasil yang diperoleh kadar rata-rata stigmasterol pada herba purwoceng 0,83 +- 1,89 %b/b dan pada akar 0,73 +- 1,51 %b/b

kata kunci : (Pimpinella purwatjan Molkenb.), stigmasterol, disfungsi ereksi, aprodisiaka





Pramita Yuli Pratiwi (FA/o7124)

18 11 2008

Pengaruh Fraksi Etanolik Herba Pegagan (Centela asiatica (L.) Urban) terhadap Peningkatan Antibodi pada Mencit Jantan Galur Balb/c yang Diinduksi Vaksin Hepatitis B

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui adanya senyawa glikosida triterpen (asiatikosida) yang terkandung dalam fraksi etanolik herba pegagan (Centela asiatica (L.) Urban) dan untuk mengetahui pengaruh fraksi etanolik herba pegagan terhadap peningkatan antibodi pada mencit jantan galur Balb/c yang diinduksi vaksin hepatitis B.
Serbuk herba pegagan dimaserasi dengan etanol 50%, kemudian ekstrak dipurifikasi dengan etanol 96%. Fraksi diuapkan dan diidentifikasi kandugan glikosida triterpen dengan KLT. Selanjutnya fraksi etanolik digunakan sebagai sampel dengan penambahan CMC Na 1%. Sebanyak 70 ekor mencit galur Balb/c dibagi menjadi 7 kelompok. Kelompok I kontrol negatif. Kelompok II-VI pemberian fraksi etanolik herba pegagan dosis 25 mg/kg BB, 50 mg/kg BB, 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB. Kelompok VII baseline. Pemberian dilakukan peroral. Pengkondisian hewan uji selama 7 hari, kemudian vaksinasi dilakuan pada hari ke-) (7 hari setelah pengkondisian) dan hari ke-14 secara intraperitonial. Darah diambil pada hari ke-18 melalui plexus retro orbitalis. Serum dipisahkan dan digunakan untuk penetapan antibodi (imunoglobulin) dengan metode ELISA tak langsung. Data diperoleh dievaluasi secara statistik menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, dilanjutkan dengan uji ANAVA dengan taraf kepercayaan 95%. Harga OD menunjukkan jumlah imunoglobin.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam fraksi etanolik herba pegagan terkandung senyawa glikosida triterpen (asiatikosida). Sedangkan hasil pengukuran produksi Ig, pemberian fraksi etanolik herba pegagan dosis 25, 50, 100, 200, dan 400 mg/kgBB tidak berefek sebagai imunostimulator maupun imunosupresan sebab peningkatan maupun penurunan antibodi tidak berbeda signifikan.

Kata kunci : pegagan (Centela asiatica (L.) Urban), glikosida triterpen (asiatikosida), imunostimulator, imunoglobulin





Buku Angkatan

11 11 2008

ehem.. ditujukan kepada semua mahasiswa FBA angkatan 2004.. harap segera mengumpulkan biodata dan foto masa kecil.. dan masa sekarang.. hehe.. secepatnya ya… b4 januari kalo bisa.. plis..plis..plis… hubungi : pugi, agung, yani, atau ida.. okey.. tenkyuuuu…





jogjakarta, fakultas farmasi UGM, 7 November 2008

10 11 2008

sore itu sama dengan berminggu-minggu sebelumnya.. dimana hujan selalu turun dengan derasnya.. sekitar pukul 14.40 WIB, angin semakin kencang menderu.. “hoi, apaan nih??!!” sahut hatiku. bagaimana tidak, sejak pukul 10.00 angin terasa kencang dan udara terasa begitu panas.

saat itu, pukul 10.00, aku dan dinar sedang bermain pingpong, angin terasa begitu derasnya menahan bola plintiran yang dilepaskan kami berdua. kadang angin bertiup ke arah utara, kadang malah sebaliknya. dalam hatiku aku berpikir, “kenapa angin hari ini ganas sekali ya? padahal ini baru jam 10an..” dengan culunnya, kita masih terus bermain pingpong tanpa mengetahui apa yang akan terjadi beberapa jam kemudian.

jam menunjukkan pukul 14.20-an ketika aku sadar bahwa langit mulai gelap dan angin mulai bertiup kencang. karena pengalaman hujan deras beberapa minggu sebelumnya, aku berpikir akan lebih baik jika motorku aku pindahkan ke depan BEM yang lebih aman, setidaknya. beberapa orang mengikuti langkahku untuk memarkir motor mereka ke depan BEM. saat itulah aku menyadari, something is wrong, dude..

angin semakin kencang, kencang sekali!!!! orang-orang yang berada di sekitar taman mulai mengungsi. hujan belum turun, mengapa angin sekencang ini? apakah ini angin puting beliung yang disebut-sebut itu?. dedaunan yang terbiasa santai di kala hujan kini sibuk mempertahankan diri mereka agar tidak lepas dari sang pohon. sementara itu, di langit, para burung yang biasanya berumah di kawasan hutan lindung UGM, Wanagama, tidak dapat melawan kuatnya angin yang berhembus. mereka seperti mematung di angkasa, tidak bergerak. mereka seperti pasrah pada angin yang akan membawa mereka entah kemana. pohon kenanga di taman, pohon tertinggi di kampusku itu, dengan santainya melenggok ke selatan, melengkung, memperlihatkan akrobatnya yang terbaik untuk mencegah bagian atasnya tidak patah. perhatian, ini belum hujan ya. mengerikan, begitu aku berpikir bahwa sebentar lagi listrik akan mati, ternyata benar, listrik segera padam. BLEEEENG…. semua surfer yang sedang asyik berebut masuk ke dalam BEM, aku hanya bisa berdiri di depan pintu BEM kala hujan mulai turun.. deras.. deras sekali..

apa jadinya kalau hujan deras dicampur dengan angin puting beliung?? CHAOS. berkali-kali komat kamit menyebut nama Allah terdengar di dalam BEM, di samping telingaku. aku hanya menganga menatap alam yang sedang marah. suara semacam kraaaak!! dueeer!! kerap terdengar, papan-papan pengumuman jatuh. atap plastik parkiran motor terbang berpuluh-puluh meter dari tempatnya ditempel, menabrak pohon dengan bunyi yang memekakkan telinga. jika batang saja patah, apa jadinya dengan ranting kecil?? teman-teman dengan panik mencoba menelpon relasi terdekat mereka, entah keluarga, teman dekat, pacar. di tengah situasi sepanik itu, sang sinyal seakan lenyap, sulit sekali untuk menghubungi siapapun. kami berpikir mungkin BTS di lingkungan RSUP DR. Sardjito sudah rubuh sehingga menyulitkan kami untuk bertukar informasi dengan orang lain di luar farmasi.

begitu mereda.. aku dan radif mencoba untuk memperbaiki posisi motor yang pada ambruk, dengan kamera HP seadanya, aku merekam dan mengambil beberapa gambar yang kurasa bakal memorabel. aku dan radif berkeliling kampus dan melihat beberapa fenomena unik, seperti fakta bahwa semua jalan darat yang menghubungkan farmasi dengan dunia luar sekarang terkunci. dan orang-orang yang sadar sajalah yang dapat membukanya. kami bertemu dengan mobil paling beruntung saat itu, letaknya dengan pohon besar yang tumbang hanya 5 cm saja!! -koyo novel wae-.

teman-teman -terutama cowok- sadar bahwa hanya mereka lah yang dapat berguna -secara fisik- dalam situasi seperti ini. berkerja sama dengan pegawai dan satpam (aku dan radif bekerja sama dengan pak mardiyono sang satpam yang paling ramah), kita berhasil membuka satu jalan menuju dunia luar. setelah berusaha selama hampir 2 jam, akhirnya semua jalan berhasil dibuka. terima kasih buat temen-temen yang sudah bersusah payah pada tanggal 7 dan 8 november 2008. demi rumah kedua kita, kawan..

de pics…





Hadratul Asliyah (FA/7077)

15 10 2008

KAJIAN PENGGUNAAN OBAT HERBAL PADA TERAPI HIPERTENSI PASIEN RAWAT JALAN R.S HAPPY LAND YOGYAKARTA PERIODE JANUARI – MEI 2007

Hadratul Asliyah
(04/177051/FA/07077)

Dalam upaya pengembangan pengobatan herbal, telah dilakukan penelitian mengenai kajian penggunaan obat herbal terhadap pasien hipertensi rawat jalan Poli Herbal di RS Happy Land Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan obat herbal, baik pola penggunaan herbal yang digunakan dalam terpai hipertensi, efektifitas pengobatan herbal dalam menurunkan tekanan darah dan keterkaitan metabolit sekunder herbal-herbal yang digunakan dengan kemungkinan efek yang dihasilkan.

Penelitian ini termasuk penelitian non eksperimental dengan rancangan deskriptif analitik. Subyek penelitian adalah pasien hipertensi Poli Herbal RS Happy Land Yogyakarta periode Januari-Mei 2007. Data penelitian diambil secara retrospektif dari rakam medis dan data resep pasien. Pola pengobatan herbal dianalisis secara deskriptif dar data resep apsiesn. Uji keefektifan pengobatan herbal dianalissis dari data tekanan darah pasien sebelum dan sesudah pengobatan melalui uji t berpasangan, menggunakan pengolah data statistik SPSS versi 15.0. Kriteria inklusi untuk uji keefektifan pengobatan herbal adalah pasien hipertensi Poli Herbal RS Happy Land Yogyakarta yang melakukan kunjungan pemeriksaan sebanyak 2 kali dalam kurun waktu yang berurutan. Telaan pustaka dilakukan untuk mengetahi keterkaitan kandungan senyawa dalam bahan ramuan obat herbal dengan efek penurunan tekanan darah (hipotensif).

Dari penelitian diperoleh hasil bahwa obat herbal yang digunakan herbalis di RA Happy Land Yogyakarta untuk penanganan penyakit hipertensi dan penyertanya adalah sebanyak 39 jenis (10 jenis diantarnaya terbukti memiliki aktivitas antihipertensi pada uji hewan dan klinik), jumlah obat herbal yang diresepkan herbalis setiapn resepenya berkisar antara 9-10 jenis (2-3 jenis diantaranya merupakan herbal utama), dosis tiap herbal berkisar antara 1,5 – 5 gram, obat herbal digunakan dengan cara direbus dan air rebusan yang dikonsumsi. Analitik statistik menunjukkan bahwa pengobatan herbal tersebut efektif dalam menurunkan tekanan darah pasien hipertensi secara bermakna. Namun demikian, secara klinis penurunan tersebut tidak menjadikan tekanan darah pasien mencapai terget terapi pengobatan hipertensi. dari telaah pustaka diperkirakan bahwa kekompleksan metabolit sekunder yang terkandung dalam ramuan obat herbal mendukung adanya suatu sistem pengobatan yang holistik, dan diperkirakan obat herbal berpengaruh pada perbaikan kondisi kesehatn pasien.

Kata kunci : pengobatan herbal, pola pengobatan hipertensi, RS Happy Land Yogyakarta

CP : lya_1986@yahoo.com