Puguh Indrasetiawan (o4/FA/o7203)

30 08 2008

Brine Shrimp Lethality Test (BST) EKSTRAK TANAMAN TUMPANGSARI ANTARA Sonchus arvensis L. DENGANGynura pseudochina (L.) DC SERTA PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPISNYA 

 

INTISARI 

     Industri obat tradisional semakin meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan dari konsumen. Bahan baku dalam obat tradisional yang sering dipakai dalam ramuan adalah tempuyung atauSonchus arvensis L. dan daun dewa Gynura pseudochina (L.) DC. Untuk mengantisipasi permintaan yang besar, maka diperlukan usaha budidaya. Dalam penelitian ini dilakukan budidaya secara tumpangsari antara tempuyung dan daun dewa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bioaktivitas ekstrak etanolik tanaman tempuyung dan daun dewa yang dibudidayakan secara monokultur dan tumpangsari dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BST)menetapkan harga LC50 dan mengetahui profil kromatografi lapis tipis (KLT) dari ekstrak kedua jenis tanaman tersebut.

     Sampel diambil dari hasil monokultur dan tumpangsari, dipanen pada saat menjelang perbungaan. Bagian tanaman meliputi akar (ATA dan ATC), umbi (ADA dan ADC) dan daun (DTA, DTC, DDA dan DDC) dikeringkan dengan oven pada suhu 50° C selama tujuh hari. Ekstrak untuk uji BST dan KLT diperoleh dengan metode maserasi selama 24 jam, kemudian sari dikeringkan dalam suhu kamar. Larutan induk untuk BST dibuat dengan cara dilarutkan 50 mg ekstrak dalam 5 ml etanol 70%, lalu dibuat seri konsentrasi 10 µg/ml, 100 µg/ml dan 1000 µg/ml. setiap konsentrasi dimasukkan ke dalam flakon dan dikeringkan pada suhu kamar. Setelah ekstrak dalam flakon kering, ditambahkan 3 ml air laut dan di-vortex selama satu menit. Sepuluh ekor larva Artemia salinaLeach yang berumur 48 jam dimasukkan ke dalam flakon, ditambah air laut sampai volume 5 ml dan ditetesi suspensi ragi sebanyak 2 tetes. Perhitungan persentase kematian larva dilakukan 24 jam setelah larva dimasukkan ke dalam flakon. Analisis kandungan senyawa metabolit sekunder dilakukan secara kualitatif dengan metode KLT.

      Hasil penelitian menunjukkan nilai LC50 yang diperoleh adalah 461,30 µg/ml (ATA), 170,81 µg/ml (ATC), 5847,54 µg/ml (ADA), 761,01 µg/ml (ADC), 1966,04 µg/ml (DTA), 3299,74 µg/ml  (DTC), 267,56 µg/ml (DDA) dan 140,48 µg/ml (DDC). Empat pasang perlakuan (ATA-ATC, ADA-ADC, DTA-DTC, dan DDA-DDC) tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara metode tumpangsari dengan monokultur. Pada profil KLT, profil senyawa flavonoid, terpenoid dan alkaloid menunjukkan persamaan pada ekstrak hasil tumpangsari dan monokultur.

  •  
      Kata kunci :   Brine Shrimp Lethality Test (BST), Kromatografi Lapis Tipis (KLT), Sonchus arvensis L.,Gynura pseudochina (L.) DC

Actions

Information

5 responses

30 08 2008
Puguh Indrasetiawan

hyaaa…

intisariku..

bangga melihatnya..

6 09 2008
i-val,

duu duu duu, kapan yah…😀

9 09 2008
fajar dh

kang puguh bolehkah saya minta contoh proposal skripsinya njenengan? tempet saya mau saya tambah profil kromatografinya juga dari biji mahkota dewa insyaAlloh. CITO!!!mtr nwn sgt.

7 10 2008
bendot

Jangan mudah puas..puas..puas…bok !

15 02 2010
anita

salam kenal kak puguh. saya anita. bolehkah saya melihat hasil skripsinya secara keseluruhan. saya ingin menjadikan salah satu referensi saya dalam penelitian tentang tanaman tempuyung. saya mahasiswa dari IPB. terimakasih sebelumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: