Tanaman obat, sulit cari di kalimantan…

22 08 2008

SAMARINDA, Kalangan warga Kalimantan kian sulit mendapat tumbuhan obat. Hutan telah rusak akibat dikelola tak ramah oleh perusahaan atau dijadikan perkebunan.

Hutan yang kaya tumbuhan obat jauh dari permukiman sehingga warga enggan ke sana. Akibatnya, kemampuan meracik dan pengetahuan tradisional tentang pelbagai tumbuhan obat berangsur-angsur sirna. Warga mulai bergantung pada obat-obatan buatan pabrik yang harus dibeli .

Ironis, rakyat yang dulu amat paham meracik tumbuhan obat kini malah membeli obat-obatan, kata Irawan Wijaya Kusuma dalam Diskusi Rimbawan Universitas Mu lawarman (Unmul) di Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (24/6).

Dalam makalahnya disebutkan ada 28.000 jenis tumbuhan di Indonesia. Sebanyak 7.000 jenis di antaranya ialah tumbuhan obat. Artinya, 9 dari 10 tumbuhan obat Asia ada di Indonesia. Namun, baru 1.000 jenis yang dikenal dan dipakai sebagai ramuan obat-obatan.

Dalam penelusuran dosen Jurusan Teknologi Hasil Hutan Unmul itu, orang Ransa (dayak) di Kalimantan Barat mengenal 250 jenis tumbuh an obat. Di Kalimantan Timur, orang Punan mengenal 95 jenis sedangkan orang Kenyah mengenal 81 jenis tumbuhan obat yang bisa diracik menjadi pelbagai ramuan.

Selain itu, menurut Hery Romadan, pemasar obat-obat tradisional, orang Tonyooi dan Benuaq di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, telah lama memanfaatkan pasak bumi (Eurycoma longifolia ) sebagai obat penguat stamina. Orang Iban di Kalimantan Barat memakai kacip atau rumput fatimah (Labisia pumila ) untuk memperlancar persalinan dan haid.  

“Sayang malah negara lain yang lebih dulu mematenkan teknologi pemanfaatan kedua jenis tumbuhan itu,” kata Hery. Oleh Malaysia, pasak bumi diracik untuk dijadikan kapsul atau campuran kopi seperti juga rumput fatimah.

Agar pengetahuan tradisional pemanfaatan tumbuhan obat tak sirna, menurut Emilda Kuspraningrum dari Fakultas Hukum Unmul, perlu dipatenkan. Sejumlah tumbuhan obat yang tak bisa dibudidayakan perlu dilindungi aturan khusus agar tak dimanfaatkan berlebihan apalagi oleh perusahaan.

http://www.kompas.com/24 Juni 2008


Actions

Information

One response

17 04 2009
Elma Ismail

Kenapa Kita kalah cepat dengan Malaysia sehingga keduluan Malaysia mempatenkan tanaman Pasak Bumi ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: