Sekar Aji C. (o4/FA/o7176)

6 09 2008

PENGARUH VARIASI KADAR PRIMOJEL SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR DALAM FORMULASI TABLET EKSTRAK DAUN KEPEL (Stelecocarpus burahol (Bl.) Hook, f. & Th.)

INTISARI

Daun kepel (Stelecocarpus burahol (Bl.) Hook, f. & Th.) digunakan oleh masyarakat untuk mengobati asam urat dengan cara direbus. Hal ini dinilai kurang praktis. Pembuatan tablet merupakan upaya untuk membuat sediaan yang lebih praktis dan efisien. Ekstrak mempunyai daya lekat yang tinggi, agar tablet dapat hancur diperlukan bahan penghancur yang mempunyai kemampuan besar. Primojel merupakan salah satu superdisintegran yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kadar primojel sebagai bahan penghancur terhadap kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet.
Ekstrak daun kepel dibuat dengan maserasi etanol 70%. Ekstrak yang diperoleh diuji organoleptis dan sifat fisik (rendemen, daya lekat, kekentalan). Ekstrak dibuat massa granul dengan laktosa, diayak dengan ayakan no. 12 dan dikeriangkan pada suhu 50oC. Granul kering diayak dengan ayakan no. 14, ditambah fase eksternal (Primojel, talk dan Mg-Stearat). Granul diuji sifat fisik (waktu alir, pengetapan, densitas, kompaktibilitas, kadar air) kemudian dikempa. Tablet yang dihasilkan diuji sifat fisik (keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, kecapatan penyerapan air, waktu hancur). Data yang diperoleh dibandingkan dengan persyaratan yang terdapat pada Farmakope Indonesia dan pustaka lain yang berlaku dan dianalisis menggunakan metode statistik analisis varian satu jalan dan Kruskall Wallis dengan taraf kepercayaan 95%.
Variasi kadar Primojel berpengaruh terhadap kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet ekstrak daun kepel. Semakin besar kadar Primojel yang ditambahkan akan menurunkan kekerasan dan meningkatkan kerapuhan tablet. Penambahan kadar Primojel 6% mempercepat waktur hancur tablet, namun penambahan kadar yang lebih besar (8%) memperlama waktu hancur tablet. Formula III dengan penambahan Primojel 6% merupakan formula paling baik ditinjau dari kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet.

kata kunci : tablet, Primojel ekstrak daun kepel





Wahyu Puspita H. (o4/FA/o7209)

6 09 2008

PENGARUH VARIASI KADAR AMPROTAB SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR DALAM FORMULASI TABLET EKSTRAK DAUN KUMIS KUCING (Orthosiphon aristatus (Bl.) Miq.)

INTISARI

Daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus (Bl.) Miq.) telah digunakan masyarakat sebagai obat ginjal dalam bentuk seduhan. Bentuk sediaan ini dirasa kurang efektif, maka dibuat sediaan tablet yang lebih modern dan efektif. Bahan penghancur dibutuhkan agar tablet pecah menjadi partikelnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kadar Amprotab terhadap sifat fisik granul dan sifat fisik tablet.
Ekstrak dibuat dengan maserasi etanol 50%. Ekstrak diuji organoleptis (bentuk, warna, bau, rasa), uji fisik (%rendemen, daya lekat, kekentalan). Ekstrak dicampur homogen dengan laktosa dan larutan gelatin 5 % sampai diperoleh massa granul, diayak dengan ayakan no.12 dan dikeringkan. granul kering yang diperoleh diayak denan ayakan no.14, dicampur homogen dengan Amprotab (kadar 0%, 7,5%, 10%, dan 12,5%) dan talk sebagai fase eksternal. Campuran granul diuji sifat fisiknya (waktu alir, indeks pengetapan, densitas massa, kadar air, kompaktibilitas) kemudian dikempa menjadi tablet dan diuji sifat fisiknya (keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, daya serap air, waktu hancur). Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan analisis varian satu jalan taraf kepercayaan 95%.
Penambahan Amprotab secara ekstragranuler dapat mempengaruhi sifat fisik granul yaitu meningkatkan densitas massa granul serta menurunkan waktu alir, indeks tap dan kompaktibilitas. Penambahan Amprotab secara ekstragranuler dapat mempengaruhi sifat fisik tablet yaitu meningkatkan kerapuhan tablet, daya serap dan waktu hancur tablet, serta dapat menurunkan kekerasan tablet.

kata kunci : (Orthosiphon aristatus (Bl.) Miq.), tablet, penghancur, Amprotab