PENGARUH VARIASI KADAR AMPROTAB SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR DALAM FORMULASI TABLET EKSTRAK DAUN KUMIS KUCING (Orthosiphon aristatus (Bl.) Miq.)
INTISARI
Daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus (Bl.) Miq.) telah digunakan masyarakat sebagai obat ginjal dalam bentuk seduhan. Bentuk sediaan ini dirasa kurang efektif, maka dibuat sediaan tablet yang lebih modern dan efektif. Bahan penghancur dibutuhkan agar tablet pecah menjadi partikelnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kadar Amprotab terhadap sifat fisik granul dan sifat fisik tablet.
Ekstrak dibuat dengan maserasi etanol 50%. Ekstrak diuji organoleptis (bentuk, warna, bau, rasa), uji fisik (%rendemen, daya lekat, kekentalan). Ekstrak dicampur homogen dengan laktosa dan larutan gelatin 5 % sampai diperoleh massa granul, diayak dengan ayakan no.12 dan dikeringkan. granul kering yang diperoleh diayak denan ayakan no.14, dicampur homogen dengan Amprotab (kadar 0%, 7,5%, 10%, dan 12,5%) dan talk sebagai fase eksternal. Campuran granul diuji sifat fisiknya (waktu alir, indeks pengetapan, densitas massa, kadar air, kompaktibilitas) kemudian dikempa menjadi tablet dan diuji sifat fisiknya (keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, daya serap air, waktu hancur). Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan analisis varian satu jalan taraf kepercayaan 95%.
Penambahan Amprotab secara ekstragranuler dapat mempengaruhi sifat fisik granul yaitu meningkatkan densitas massa granul serta menurunkan waktu alir, indeks tap dan kompaktibilitas. Penambahan Amprotab secara ekstragranuler dapat mempengaruhi sifat fisik tablet yaitu meningkatkan kerapuhan tablet, daya serap dan waktu hancur tablet, serta dapat menurunkan kekerasan tablet.
kata kunci : (Orthosiphon aristatus (Bl.) Miq.), tablet, penghancur, Amprotab

mOsHi..mOsHi..