ANALISIS MAKROSKOPIK, MIKROSKOPIK DAN PENENTUAN SENYAWA IDENTITAS (MARKER) DARI SIMPLISIA HERBA PURWOCENG (Pimpinela pruatjan Molkenb.)
Abstrak
Herba purwoceng telah digunakan oleh masyarakat sebagai aprodisiak. Karena harga yang mahal serta kelangkaannya, maka rawan dipalsukan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan simplisia secara makroskopik, menentukan fragmen pengenal serbuk dan menentukan senyawa identitas purwoceng.
Penelitian bersifat eksploratif. Simplisia herba dideskripsikan secara makroskopik berdasarkan ciri morfologi dan organoleptis. Secara mikroskopik serbuk ditentukan fragmen pengenalnya menggunakan mikroskop. Senyawa identitas didapatkan dengan Kromatografi Lapis Tipis kualitatif dari perbandingan penyarian serbuk herba bersama-sama pegagan, seledri dan wortel menggunakan pelarut petroleum eter, kloroform, metanol dan etanol.
Hasil penelitian menunjukkan simplisia daun purwoceng mengkerut, mudah hancur, bidang patahan daun melintang, sifat permukaan helaian mengkerut memperlihatkan tulang-tulang daun, nampak atau tidak tangkai daun, cokelat tua, aromatik, tidak berasa. Batang sulit ditemukan, susunan bunga majemuk tak berbatas seperti payung majemuk, daun-daun pembalut tidak ditemukan. Fragmen pengenal serbuk adalah rambut penutup, tetes minyak, pembuluh kayu dengan penebalan spiral, spiral padat, cincin dan tangga, stomata tipe parasitik, kristal ca-oksalat bentuk pasir, serabut sklerenkim, jaringan epidermis batang dan daun, serta jaringan parenkim. Senyawa identitas herba purwoceng, dengan sistem Kromatografi Lapis Tipis fase diam Silika Gel 60 F254 fase gerak heksan-etil asetat (9:1), ditemukan pada ekstrak petroleum eter dan ekstrak etanol 96% dengan hRf 15 dan 21 masing-masing berfluoresensi biru dan hijau bila diamati di bawah UV366.
Kata kunci : herba purwoceng, pemalsuan, makroskopik, mikroskopik, senyawa identitas
CP : matrix_1612004@yahoo.com

mOsHi..mOsHi..