PENGARUH SISTEM TUMPANGSARI ANTARA DAUN DEWA (Gynura pseudochina (L.) DC) DAN TEMPUYUNG (Soncus arvensis L.) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KADAR FLAVONOID TOTALNYA
INTISARI
Indonesia memiliki 940 tanaman yang diketahui berfungsi sebagai biofarmaka. Pengembangan agromedisin dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan impor obat-obatan salah satunya dengan budidaya tumpangsari. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan apakah sistem penanaman tumpangsari menimbulkan interaksi antar tanaman obat yang berpengaruh pada pertumbuhan dan kadar kandungan metabolit sekundernya. Dalam penelitian ini digunakan tanaman Daun dewa (Gynura pseudochina (L.) DC) dan Tempuyung (Sonchus arvensis L.).
Penelitian ini dimulai dengan determinasi tanaman, budidaya tanaman secara organik, pasca panen dan analisis. Budidaya dilakukan selama 60 hari. Parameter pertumbuhan diukur secara non destruktif dengan melakukan pengukuran tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun. Dalam penelitian ini terdapat tiga kelompok tanaman yaitu kelompok tempuyung monokultur (kontrol), kelompok daun dewa monokultur (kontrol), dan kelompok tumpangsari antara daun dewa dan tempuyung (perlakuan). Selanjutnya parameter pertumbuhan dianalisis dengan perbandingan grafik dan secara statistik GLM-repeated measures menggunakan SPSS 13. Setelah panen bagian tanaman dipisahkan bagian daun dan akar/umbi untuk diekstraksi menggunakan etanol 70%. Ekstrak ini dianalisis untuk deteksi flavonoid menggunakan metode KLT dilanjutkan analisis kuantitatif mengukur kadar flavonoid total dari masing-masing ekstrak menggunakan metode Zou dkk., (2004) dilanjutkan analisis statistik untuk masing-masing kadar menggunakan uji independence samples T test.
Hasil penelitian ini menunjukkan sistem tumpangsari hanya berpengaruh secara signifikan pada penurunan jumlah daun tanaman daun dewa (nilai signifikansi 0,014 < a). Hasil pengukuran kadar flavonoid total menunjukkan sistem tumpangsari secara signifikan meningkatkan kadar flavonoid pada daun dewa dibagian daun dan menurunkan kadar flavonoid total pada akar tempuyung (nilai signifikansi 0,000 < 1/2 a).
Kata kunci : tempuyung, daun dewa, tumpangsari, flavonoid total

selamat yah Diniiiiiih!!!!!!!
mbak Dini, punya data kandungan kimia daun dewa gak? dalam persenannya… soalnya perlu banget ni buat skripsiku… makasi…
du.du.du din din, slmt yah, hmp, kpn yah…