PENGARUH SUKROSA TERHADAP KULTUR KALUS DAUN BINAHONG (Anredera scandens (L.) Moq)
Abstrak
Penggunaan obat dari bahan alam telah banyak digunakan masyarakat Indonesia untuk mendapatkan manfaat kesehatan. Salah satu tumbuhan obat yang saat ini banyak digunakan adalah binahong atau Anredera scandens (L.) Moq. Bahan yang masih dikumpulkan dari tumbuhan liar tidak dapat menjamin ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan dan persyaratan kadar metabolit sekunder yang berkhasiat tidak seragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh variasi kadar sukrosa terhadap produksi kalus daun binahong dan metabolit sekunder senyawa golongan flavonoid dan saponin.
Kalus daun binahong diperoleh dari perbanyakan secara in-vitro dalam media MS padat 2,4 D 1 ppm dengan variasi kadar sukrosa 22,5; 30; 37,5; 45; dan 60 g/L. Kalus yang didapatkan dipanen setlah berumur sekitar 20, 40, dan 60 hari. Pengaruh sukrosa terhadap pertumbuhan kalus dianalisis dengan menggunakan parameter rerata bobot segar kalus dan bobot kerin kalus. Pengaruh sukrosa terhadap metabolit sekunder kalus dianalisis dengan kromatografi lapis tipis. Ekstrak etil asetat kalus dibandingkan dengan ekstrak etil asetat daun binahong.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan pengaruh terbesar pada pertumbuhan kalus diberikan oleh media dengan kadar sukrosa 60 g/L. Profil kromatogram menunjukkan senyawa flavonoid terdapat pada media S30 dan S37,5 yang dipanen pada hari ke 20. Senyawa golongan saponin tampak pada semua media perlakuan.
Kata kunci : binahong, kalus, sukrosa, metabolit sekunder

mOsHi..mOsHi..